Difa duduk di sebelah Raffa,matanya terus menatap kakaknya yang tengah menatap taman di depannya "Bang... "Lirih Difa Raffa menghela nafasnya sesaat, tanpa menoleh pada adiknya Raffa pun menjelaskan apa yang menjadi keputusannya. "Mereka tidak abang bawa ke polisi. "Ujar Raffa memulai pembicaraan "Maksud abang? "Tanya Difa meski ia sudah menduga apa yang terjadi. "Abang benci pada kasus yang melibatkan anak kecil sebagai korbannya. " "Tapi bang, negara kita negara hukum, bukan seperti ini caranya menghukum penjahat. " Raffa menggeleng, "Hukuman penjara terlalu ringan untuk kejahatan yang memberi efek trauma pada seorang anak yang bahkan bisa jadi menjadi trauma seumur hidupnya." "Di penjara mereka hanya akan kehilangan kebebasan saja, bisa makan dan minum teratur, tidur teratur

