Difa duduk di ranjangnya, ia memikirkan apa yang Arjuna tadi katakan di depan bundanya,juga apa yang Arjuna katakan padanya tadi sebelum pulang. "Mau sampai kapan kamu menunggunya Beauty, apa aku masih kurang baik, meski aku sama dengan Dimas atau mungkin pernah jauh lebih parah darinya, tapi selama ini aku selalu baik juga tulus padamu.Setidaknya beri batas waktu untuk harapanku juga harapanmu, hidup terus berjalan Beauty, jangan kamu stuck di sebuah harapan tanpa kepastian." Difa menghela nafasnya Arjuna benar, mau sampai kapan dia menunggu Dimas yang tak pasti ada di mana, bagaimana jika Dimas sudah mendapatkan penggantinya. Difa ingat alasan Dimas dulu menjadi laki-laki yang suka bermain dengan wanita, karena ia yang kecewa akibat kematian Maria. Lalu bagaimana jika Dimas kembali s

