Dimas pulang ke rumahnya setelah dari rumah sakit, ia menghela nafasnya berkali-kali, Difa tak mau mengangkat panggilan teleponnya, bahkan pesan yang ia kirim tak di baca sekalipun oleh istrinya itu. "Baru pulang mas? "Sapa seseorang. Dimas mengerutkan keningnya melihat seorang wanita dengan piyama satin di depannya. "Siapa kau? "Tanya Dimas bingung. Wanita itu tersenyum, "Aku Arum, suster yang menjaga Stella." Dimas mengangguk mengerti, lalu ia melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 11 malam. "Ini sudah sangat larut, kenapa belum tidur? "Tanya Dimas "Ah,ya...aku menunggu mas pulang. " Dimas semakin merasa sesuatu yang lain dari suster di depannya,ia pun menghela nafasnya mengingat wanita itu berkali-kali mengiriminya pesan dengan bahasa formal. "Dengar, aku harap k

