Difa baru saja menutup panggilan telepon dari Dimas. Suaminya itu mengatakan jika pria itu baru saja sampai di London dan akan langsung menemui sang ayah baru mengurus pekerjaannya. Difa tersenyum tipis, tiba-tiba ia merasakan rindu pada suaminya itu, mendengar kata London otomatis ia teringat pada masa-masa mereka pacaran dulu. Dimas yang begitu hangat dan perhatian, pria itu selalu memperlakukannya seperti ratu. Tak pernah ia teteskan air matanya karena pria itu. Tapi kini semuanya telah berbeda. Harusnya ia paham jika Dimas sejak dulu memperlakukan Stella berbeda dari mantan pacarnya yang lain. Tapi dirinya yang terlalu polos dan tak pernah berprasangka buruk pada orang lain akhirnya membuatnya menderita batin seperti sekarang. "Beauty... " Difa menoleh melihat Arjuna di depa

