BAB 4

1537 Kata
Keesokan harinya Alesha melihat tiga orang pria berbadan kekar mengenakan kacamata dan jas hitam. Mereka semua tampak sangar dan menakutkan hingga Naomi memasang ekspresi terjeleknya karena saking takutnya.             “Oke, Alesha mereka ini adalah bodyguard yang aku tugaskan untuk menjagamu.”             Pemberitahuan Chris membuat Alesha tercengang. “Bodyguard?” Alesha kemudian mengalihkan tatapannya pada Naomi. Naomi mengangguk-ngangguk senang seakan dia yang mendapatkan penjagaan dari bodyguard oleh Chris.             “Ini Dave, Oliver dan Jack. Mereka akan menemanimu saat kamu keluar.” ujar Chris meraih jasnya.             “Tunggu—“ cegah Alesha. “Kamu tuh apa-apaan sih, ini berlebihan sekali, Chris. Aku bukan putri raja atau putri menteri, presiden dan semacamnya—“ sebelah tangan Chris membungkam mulut Alesha. Mata Alesha terbelalak kemudian berputar.             “Ini untuk kebaikanmu. Aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu.”             Chris melesat pergi dengan meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum sempat ditanyakan Alesha.             “Tuan Chris romantis sekali.” mata Naomi bersinar seakan membayangkan sesuatu yang indah di pelupuk matanya.             “Tapi ini bukan romantis.” elak Alesha yang masih bingung dengan ketiga bodyguard yang berdiri dengan pose formal. “Ini lebih ke—menakutkan, Naomi.”             Selama hari itu Dave, Oliver dan Jack ditugaskan Alesha untuk membersihkan kebun belakang. Mereka mengeluh—tentu saja, tapi mau bagaimana lagi kalau Nyonya Muda meminta mereka seperti itu.             “Karena aku tidak pergi kemana-mana dan kalian tidak ada pekerjaan lebih baik membantuku dan Naomi bersih-bersih kebun.” kata Alesha santai.             “Tapi tugas kami itu menjaga Anda bukan bersih-bersih kebun.” Dave yang tampak lebih galak protes.             “Aku kan mau ke kebun belakang daripada kalian hanya mengawasiku saja sekalian bantu aku kan?” Alesha melipat kedua tangannya di atas perut seraya tersenyum dengan sebelah alis terangkat.      ***             Kabar pernikahan Crish sampai di telinga Natalia Smirnova—wanita keturunan Rusia yang selama ini bersembunyi dari kejaran mafia. Dulu, Natalia adalah seorang wanita yang hidupnya dipenuhi kegelapan. Dia adalah kekasih seorang mafia kelas kakap bernama Damian Smith. Natalia bertemu Chris untuk pertama kalinya saat dia menyelamatkan Chris dari kejaran Damian dan menyembunyikan Chris. Dari situ, Chris tahu kalau Natalia tidak mencintai Damian. Kebaikan Chris kepada Natalia membuat Nat jatuh cinta padanya. Chris membawa Natalia pergi dari dunia gelap yang diciptakan Damian untuk Natalia.             Sejak menikah Chris tidak lagi menghubungi Natalia. Dan kabar pernikahan Chris seperti petir yang menyambar di siang hari. Petir yang menghancurkan hatinya. Chris yang dianggap malaikat olehnya telah menghancurkan hatinya. Natalia terluka—tentu saja. Dia tidak memiliki siapa pun di dunia ini selain Chris yang menyelamatkannya.             “Nat,” Chris datang ke rumah bawah tanah yang dibangun Chris agar Natalia bisa bersembunyi dari Damian.             “Kamu ke sini?” mata Natalia berkilauan karena air mata yang menggenang. “Untuk apa lagi?” air matanya jatuh bebas.             Hening.                                                                                   Chris tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kalau dia menikah karena perjodohan antara kakeknya dan kakek Alesha. Chris tidak ingin terlihat menikah karena terpaksa karena hal itu akan menjatuhkan harga dirinya di depan Natalia. Dia juga tidak ingin menyakiti hati Alesha dengan memperlihatkan kebenaran di depan orang lain kalau mereka menikah karena hasil perjodohan terkutuk itu.             “Aku pikir kamu mencintaiku dengan tulus. Nyatanya kamu—“ Napas Natalia tersendat-sendat. Bibirnya bergetar.             Chris tidak kuat melihat wanita yang dicintainya terluka karena dirinya. “Ma’afkan aku, Nat.”             “Mungkin memang aku ditakdirkan untuk hidup bersama Damian. Kita memang berbeda, Chris. Duniaku hitam dan duniamu putih.”             “Natalia, jangan bicara seperti itu.” Chris mendekati Nat, dia berniat memeluk Nat. Tapi Nat mengibaskan lengan Chris.             Di depan Natalia semua sikap dingin dan arogan Chris seakan luruh begitu saja. Dia tampak seperti pria yang sangat penyayang dan mungkin Alesha akan terkejut saat mengetahui betapa lemahnya Chris dihadapan Natalia dan betapa egoisnya Chris di hadapan Alesha.             “Kamu tidak perlu datang ke sini lagi. Aku akan kembali pada Damian.”             “Nat!” Chris menatap Natalia marah.             “Aku tidak bisa hidup bersama pria yang mencintai wanita lain!” mata Natalia membelalak marah. Dia yang biasa lembut berubah dengan nada tingginya yang tidak pernah Chris dengar sebelumnya.             “Aku melarangmu, Natalia. Damian memperlakukanmu dengan buruk dan aku benci perlakuannya padamu.”             “Tapi dia hanya mencintaiku!”             Chris menatap Natalia dengan putus asa. “Aku mohon. Aku akan menjelaskan semuanya, tapi bukan sekarang.”             “Menjelaskan apa? Menjelaskan kalau selama kamu bersamaku kamu juga menjalin hubungan dengan wanita yang sudah menjadi istrimu itu?!”             “Ya Tuhan, Natalia!”             “Aku akan kembali pada Damian. Terima kasih atas semuanya, Chris. Semoga kamu bahagia—”             Sebelum kalimat itu selesai, Chris memeluk Natalia erat seakan tidak ingin melepaskan Natalia.             “Percayalah padaku. Percayalah, Nat. Percayalah.” bisik Chris di telinga Natalia.             Kata ‘percayalah’ yang diluncurkan kedua daun bibirnya di telinga Natalia seakan mengandung makna sebenarnya dari pernikahannya dengan Alesha.                                                                         ***                         “Yang aku tahu, Chris masih menyimpan wanita sialannya itu.” Kathlyn menyalakan pemantik api. Dia menghisap rokoknya dalam-dalam.             “Tentu.” Leon menimpali sembari mengibaskan rambut cokelat terangnya. “Aku menelpon rumah Chris dan berbicara dengan Alesha. Sebelum ngobrol panjang lebar, teleponnya mati. Chris pasti mematikannya. Dia pasti marah besar karena aku mencoba menggoda istrinya.” Leon tersenyum senang membayangkan kemarahan Chris.             “Kamu ini, selalu saja begitu. Tentu saja dia marah, Alesha itu kan istrinya.”             “Tapi, pernikahannya yang mendadak bahkan kita tidak tahu Chris menjalin hubungan dengan Alesha—itu sangat aneh. Apakah kamu sadar kalau Alesha itu bahkan tidak pernah kita dengar namanya.”             Kathlyn kembali menghisap rokoknya dalam-dalam. “Chris memang selalu membuat berjuta wanita penasaran dengannya. Tapi dia malah memilih wanita semacam Natalia yang membuatnya semakin dibenci Damian. Aku yakin Natalia akan membuat Chris bertekuk lutut padanya. Chris mungkin akan mengabaikan Alesha.” Kathlyn beretorika.             “Aku siap menampung Alesha kalau sampai hal itu terjadi.” Leon mengangkat sebelah alisnya.             “Apa kamu tidak tertarik pada Natalia? Dia primadona kan di dunia gelap yang diciptakan Damian?”             “Hahaha,” Leon terbahak. “Aku tidak mau wanita itu. Aku rasa Damian sudah habis-habisan pada Natalia. Chris hanya mendapatkan sisa saja. Alesha berbeda, Kath. Dia cantik dan tampak sangat polos. Seperti tak terjamah oleh pria manapun.”             “Omong kosong! Dia istri Chris, sudah pasti Chris menyentuhnya. Setiap orang mengenakan topengnya masing-masing, Leon. Janganlah tertipu pada wajah Alesha yang menurutmu polos.”             “Instingku kuat soal wanita, Kath.”             “Oh ya? Bagaimana denganku?” Kathlyn menyeringai.             “Semua orang tahu tanpa perlu dijelaskan.”             “Lalu bagaimana Chris bisa terpikat padaku?”             “Chris hanya terbawa suasana. Dia tidak benar-benar terpikat denganmu.”             Ekspresi wajah Kathlyn berubah padam. Leon mungkin benar kalau Chris tidak benar-benar terpikat pada Kathlyn tapi Kathlyn selalu menyangka dirinya hebat. Bahwa semua pria menyukainya.             “Yang aku bayangkan adalah wajah kedua orang tua Chris dan kakak wanitanya saat mengetahui Chris mencintai Natalia. Semua orang akan terkejut. Kamu ada ide untuk mengangkat Natalia ke publik?”             “Aku tidak berani. Chris bisa membunuhku.” kata Kathlyn kembali menghisap rokoknya. “Kamu pasti ingin mengambil Alesha dari Chris kan?” tebak Kathlyn.             “Ya, aku tidak tahu ini perasaan apa tapi aku sangat ingin memilikinya.”             “Damian akan muncul nanti. Kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan keluarga Dean.” Kathlyn tersenyum penuh misteri. ***             Alesha akhirnya tahu cara lain untuk membuat bodyguardnya kembali bekerja. Belanja. Alesha mengenakan skinny jean hitam dengan atasan loose sweater, flat shoes dan jangan lupa tas louis vutitton asli yang diberikan ibu mertuanya. Naomi seperti biasa mengenakan seragam pelayan khas milik keluarga Dean dengan rok selutut polos warna olive dan kemeja warna senada.             “Setidaknya Chris tidak rugi membayar mereka.”             “Betul, Nyonya.” sahut Naomi cerah.             Mereka menjadi pusat perhatian mata di mall terkhusus Alesha yang memang tampak simple namun tetap cantik dan elok dipandang mata. Alesha membeli baju, sepatu dan tas. Eits, bukan untuk dirinya ya, tapi untuk Amy, Clara dan Joe. Alesha entah kenapa merasa kasihan kepada ketiga sahabatnya yang akhir-akhir ini hidupnya tidak keruan. Amy baru saja dipecat dari pekerjaannya karena ketahuan keluyuran di jam kerja. Clara—anak itu dari dulu sampai sekarang pengangguran dan Joe baru saja putus dari kekasihnya.             Sepertinya hanya hidup Alesha yang beruntung. Lahir dari keluarga biasa-biasa saja tapi ternyata petunjuk Tuhan itu unik sekali. Dia menikah dengan Christian Grey Dean yang dulu hanya pernah didengar nama dan tentang keluarganya saat Alesha kuliah. Tak pernah terbesit sekalipun untuk menikah dengan Chris. Malah rasanya tidak mungkin—kenal dengan Chris pun tidak. Lucunya, hidup seperti Alesha diimpikan semua wanita dan bahkan teman-temannya. Mereka hanya melihat kebahagiaan seseorang dari luar tanpa bisa meraba kedalaman hatinya. Chris dan Alesha tidak saling mencintai. Tapi seiring berjalannya waktu Alesha meyakini ketertarikannya pada Chris dan Chris—dia berada pada ambang yang tidak bisa diputuskan. Ada Natalia Smirnova di sana.             “Ini-itu-ini—“ keluh Dave yang sepertinya menganggap dirinya ketua bodyguard. Di kedua tangannya dipenuhi tas-tas wanita yang dipilih Alesha.             Jack menggeleng tak percaya karena yang dibayangkannya adalah menjadi bodyguard maskulin yang menjaga seorang istri billionare. Bebeda dengan Dave dan Jack, Oliver tampak lebih pasrah.             Waktu yang dihabiskan untuk belanja tidak terasa hingga sampai rumah Alesha dan Naomi membelalak melihat Chris yang membuka pintu rumah. Ketiga bodyguardnya sibuk dengan barang-barang yang dibeli Alesha untuk teman-temannya.             Chris menatap barang-barang di tangan ketiga bodyguard yang baru bekerja sehari itu. “Apa yang kamu beli, Alesha?”             “Emm—”             “Saya permisi, Nyonya.” Naomi memilih pergi dan tidak ikut campur urusan Tuan dan Nyonyanya.             “Apa yang kamu beli?” tanya Chris lagi.             “Aku beli barang-barang, Chris. Ini kan uangku. Ya, memang darimu sih, aku tidak perlu ijin kan untuk memakainya. Ini murah kok. Barang-barang murah.” Alesha berkata dengan rasa bersalah. Oke, dia tampak seperti wanita pada umumnya yang hobi belanja padahal sebenarnya dia tidak seperti itu. Dia belanja untuk membahagiakan teman-temannya yang sedang tertimpa sedikit ujian hidup.             “Siapkan aku air hangat.” pinta Chris. Kemudian dia melesat pergi dari hadapan Alesha. Tapi, Alesha tahu ada sesuatu yang berbeda dari Chris. Kemisteriusan dan kesenduan ada di sorot mata Chris. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN