Part 54

2428 Kata

"Depan buat Nirina dong. 'Kan calon istri Pak Reza. Masa iya kamu yang di depan," celetuk Mbak Irma dengan nada ketus. "Nana, ga pa-pa 'kan kalo aku yang di depan?" Dewi mengatakannya tanpa rasa malu sedikit pun. Sudah putus urat malunya. "Maaf, ya, depan khusus buat calon istri saya, Nana." Pak Reza akhirnya membuka suara. Saat mengatakannya beliau tampak risih melihat Dewi. Tangan ini segera digandeng oleh Pak Reza dan dibukakan pintu oleh beliau. Pun dengan sigap tangan beliau memakaikan sabuk pengaman. Aku sedikit terkejut dengan apa yang dilakukannya. Tidak menyangka beliau seperhatian itu. Bukan hanya itu, teman-temanku pun menatap Pak Reza dengan pandangan takjub. Teman-teman indekosku yang lain duduk dibelakang kemudi. Dewi tampak bersungut karena jengkel. Bukan salah diri ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN