Part 56

2329 Kata

Memilih mematikan ponsel adalah hal yang terbaik. Sebab, Pak Reza pasti akan menghubungiku terus-menerus tanpa henti hingga pesan yang dikirimkan ada balasan. Aku tidak paham dengan jalan pikiran mantan guru PPL itu. Biar saja, hati ini memang ingin menyendiri dahulu. Tidak ìngin memikirkan hal yang berhubungan dengan cinta. Belum waktunya dan menyita waktu. Mata ini justru menjadi sulit terpejam. Aku pun segera mematikan lampu kamar. Siapa tahu dengan kamar yang gelap, mata ini mudah terpejam. Sudah satu jam, tetap saja hasilnya sama. Aku segera duduk dan minum air putih yang ada di botol milikku. Sekali tegukan seperempat botol habis. Aku mulai gelisah, entah ini jam berapa tapi menjadi sangat lapar. Beruntung tadi sempat membungkus beberapa nasi dari warung angkringan. Aku menyalaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN