Aku terbelalak kaget mendengar ucapan Kak Sofi. Bersyukur polisi cepat bertindak. Ada bantuan berisi teror pesan. Jika tidak ditunjukkan, entahlah apa yang terjadi. Aku mungkin sudah jadi tersangka dan menginap di hotel prodeo. "Si-siapa, Kak?" tanyaku dengan gugup. Suaraku bahkan seperti orang yang sedang radang tenggorokan. Tercekat dan sulit mengatakan hal lain. Kak Sofi tampak mendesah saat hendak menjawabnya. Berat baginya untuk menceritakan semua ini. "Dewi, karena disuruh oleh Bu Lusiana." Kak Sofi menundukkan wajah saat mengatakannya. Nada suara Kak Sofi yang berbisik, tetapi masih terdengar oleh telinga ini. Malam ini aku terkejut dua kali. tentang pelaku yang sudah ditangkap dan nama pelakunya. Baru siang tadi mata ini melihat Bu Sofi dibawa oleh pihak kepolisian dan terny

