Part 71

2029 Kata

Aku semakin terisak terlebih mendengar suara dari Pak Reza. Hati ini mendadak menjadi rapuh. Dari kesal menjadi melankolis seperti ini. Nasi yang di meja masih tinggal separuh. Pak Reza sudah mulai gusar. Aku tidak peduli dengannya lagi. "Na, jangan seperti ini. Kamu boleh ngamuk, tapi jangan nangis dan diam seperti ini." Pak Reza kembali memelas. Mungkin beliau merasa tidak enak dengan apa yang terjadi. Aku mengabaikannya lagi dan lagi. Menyusut ingus dan kembali melanjutkan makan. Bungkusan gorengan aku buka dan mengambil bakwan sayur. Rasanya sangat gurih dan nikmat sekali di lidah ini. Masih ada sisa sambal dari telur balado yang pas untuk cocolan. Paduan yang nikmat jika ada sambal ataupun cabai. Pak Reza akhirnya tidak lagi bersuara. Sama denganku, kembali melanjutkan makan. Kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN