Valerie menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Bahkan, kepalanya pun ia benamkan di dalam selimut juga. Clark yang tengah mengatur napas, setelah pergumulan berakhir beberapa saat tadi itupun, mengernyit keheranan. Ia sentuh ujung selimut dan ia turunkan ke bawah, untuk melihat wajah Valerie yang tersembunyi di baliknya. "Kenapa ditutupi semua? Apa tidak gerah?" tanya Clark. "Gerah. Tapi aku mau istirahat sebentar dulu boleh tidak sih, Mas?? Dari kemarin begitu terus. Pinggang aku rasanya mau patah," ucap Valerie sembari mengusap-usap pinggangnya, yang benar-benar pegal. Entah apa yang diminum oleh suaminya ini. Kenapa ia jadi liar sekali?? Clark terkekeh. Ia sentuh rambut Valerie dan malah memberinya kecupan di pipi. Tapi setelah itu, Valerie kembali menarik selimut dan hendak menut

