Setelah kepergian Bella. Tampak Bara terdiam. Lelaki itu ingin meredam semua emosi yang ingin meluap ke permukaan. Lagi-lagi kebahagiaannya direnggut paksa oleh orang-orang yang berhubungan langsung dengan sang mama. Irma tampak tidak enak terhadap tamunya. Sebagai seorang sahabat dan seorang ibu, dirinya merasa harus bisa bersikap bijak sebagai penengah masalah ini. Riri, sahabatnya tampak kesal terhadapnya. Memang melihat sikap Bara pasti akan membuat ibu dan anak tersebut pasti kesal. “Maafkan Bara ya, Jeng. Dia mungkin sedang butuh teman, jadi begitu ada temannya datang, dia merasa senang. Karena seharian ini sahabatnya, Robi belum datang menjenguknya,” ucap Irma mencoba memberikan alasan. Padahal dalam hati wanita paruh baya itu ingin memaki putranya yang tidak bisa menjaga mulutn

