Perginya Separuh Jiwa

1285 Kata

Sepeninggal Bella dari kamarnya. Rafa terlihat duduk di lantai sambil punggungnya bersandar di ranjang. Kakinya lurus ke depan dengan kepala ia sandarkan di bibir ranjang. Mata sembabnya menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya. Air mata lelaki itu seperti enggan untuk berhenti mengalir. Lelaki itu menangis dalam diam. Tanpa ada isakan yang keluar dari mulutnya. Seketika hatinya merasa kosong. Separuh jiwanya telah lepas dari dalam dirinya. Entah setelah ini dirinya masih bisa untuk berjalan tegak ataukah tidak. Sepertinya ia merasa tidak akan mampu untuk berjalan tegak lagi. Pria pemilik hidung mancung itu sudah tidak peduli lagi dengan keadaan hatinya yang saat ini jauh dari kata baik. Saat ini Rafa seperti tidak memiliki energi sama sekali. Sesekali terlihat pria malang itu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN