Sopian mendekati ranjang besar di mana Wiwik sedang terbaring di balik selimut. Ketika melihat Sopian yang datang, Wiwik langsung berusaha bangun dan dengan cepat Sopian membantu Wiwik untuk bersandar di kepala ranjang. Sopian menatap wajah yang terlihat sedikit pucat. Tubuhnya terasa hangat dengan sorot mata layu, tapi bibirnya nampak tersenyum melihatnya. “Akhirnya kamu datang juga!” ucap Wiwik lirih dengan suara terdengar lemah. “Tubuhmu panas. Apa kamu sudah ke dokter?” tanya Sopian yang menyentuh kening Wiwik. “Sudah ada kamu, Pian. Bukankah kamu juga dokter?” sahut Wiwik menatap Sopian lembut. “Aku memang dokter, tapi dokter gigi. Apa kamu demam karena sakit gigi?” tanya Sopian yang sudah duduk di tepi ranjang. “Apa kau lupa kalau gigiku bagus?” balas Wiwik kini meledek. Sopian

