Lusi duduk dengan tubuh menegang serta mata melotot. Hal serupa juga terjadi pada Pupe yang langsung memejamkan mata saat teriakan Mike minta nenen terdengar jelas. Layaknya kena sergap, Pupe menoleh pelan pada Lusi yang tercengang menatapnya kini. Pupe tak bicara dan hanya meringis menahan malu atau lebih tepatnya terciduk. Lusi melotot dan hanya gelengan yang bisa Pupe lakukan sebagai balasan ketidaktahuannya. “Bicara!” perintah Lusi berupa gerakan mulut tanpa suara. Pupe menelan ludah dan menatap handphone miliknya di mana suara Mike masih meracau tak tahu malu memanggil namanya genit. “I-iya.” “IH, SAYANG. KOK SUARANYA KECIL BANGET. KAMU SAKIT?” “E-enggak kok.” “KAMU LAGI DI MANA?” “Lagi di kamar.” “O, SYUKURLAH KALAU BEGITU. JADI AKU BEBAS MAU MESUMIN KAMU!” “Hehehe ….” “AKU

