“Akh! Pelan-pelan mainnya, Sayang!” oceh Aldy yang menahan sakit di atas ranjang besar di dalam kamarnya. Apa yang terjadi pada Aldy? Nisa sedang duduk di atas tubuhnya yang sedang tengkurap di tempat tidur tanpa pakaian, dan hanya berbalut kolor berwarna hitam. Dengan gemas, Nisa menggerakan sebuah uang logam jaman dulu yang dibalur minyak zaitun dan menggerakannya mengikuti tulang punggung berulang-ulang, hingga tampak kemerahan pada kulitnya. “Kalau pelan mana bisa merah, Kak. Harus ditekan dan ditarik kuat-kuat supaya merah!” sahut Nisa yang gemas menekan uang logam tersebut. “Aduh sakit banget, Sayang. Kamu badan kecil, tapi kalau ngerokin macam tenaga banteng!” kata Aldy yang terus meringis dan tak bisa diam menahan sakit. “Ngerokin sudah jadi keahlian aku, Kak. Sudah hak paten!”

