"Mengapa kau ada di luar?" Vizena tersenyum menyambut pertanyaan Zaviest. Dia mendongak menatap langit yang cerah, sangat disayangkan jika melewatkan hari ini. "Langitnya sangat indah bukan, aku keluar untuk melihatnya." Zaviest ikut menengadahkan kepalanya ke atas. Vizena benar, langit yang biru tanpa awan itu terlihat bersih dan menyegarkan mata, "Tapi kau jauh lebih indah dari langit itu." "Aku sudah menduganya, kau sangat mahir berkata manis." Zaviest tergelak mendengarnya. Tak seorangpun berani mengomentari tindakannya. Ah tentu saja ada Dranis dan juga Ibu Suri, kadang-kadang Moscha juga sering. Namun, meski begitu mereka tak akan lantang mengatakannya seperti yang dilakukan oleh Vizena. "Ada yang akan membuatmu lebih senang, mari!" Zaviest meraih tangan Vizena, ia menggenggam

