Vhi melempar pelan ponselnya ke sofa yang didudukinya. Usahanya untuk bangkit dan mandi kini berantakan. Dia sudah kembali duduk di atas sofa. Kali ini, dengan kening berkerut. Mas Yuga mau nikah? Pikirnya terheran-heran. Emangnya dia punya pacar? Siapa? Bagaimana Vhi tidak heran, setahunya, kakaknya itu adalah orang yang sulit dekat dengan perempuan. Bukan tidak ada yang mau. Secara fisik, penampilan Yuga cukup memanjakan mata, meskipun masih kalah dibandingkan dengannya. Namun, kakaknya terkenal sebagai pribadi yang dingin, cuek dan judes. Satu lirikan mautnya mampu membuat para gadis yang siap mendekat langsung lari kalang kabut. Dan maminya sekarang berkata kalau kakaknya mau menikah? "Siapa cewek apes calon istri Mas Yuga?" gumamnya terkekeh pelan. "Dahlah, mending gue mandi sambi

