Yuga duduk di dalam kamar setelah kepulangan ibu dan adiknya. Dia mememani sang istri yang tengah demam. Dalam hati merasa tak tega juga karena Tya sakit. Bahkan sampai saat ini ia juga belum bangun dengan demam yang masih tinggi. Tadi Yuga juga telah mengganti plester demam Tya. Pria itu bangkit dari duduknya, kemudian berjalan mendekat dan kembali memegang kening Tya. Kedua alis Tya bertaut, bibir peach tipis manisnya sedikit terbuka, lalu memanggilnya 'Mas Bumi', mengigau. Yuga terdiam, terpaku beberapa saat, jemari yang tadinya menyentuh kening, merambat menuju bibir Tya. Yuga telan saliva, lalu gelengkan kepala untuk menyadarkan diri. Pria itu kemudian memilih untuk berjalan keluar dan menghubungi Bumi. Tak lama sampai sang kakak ipar menerima panggilan darinya. "Iya kenapa Mas Y

