Persiapan di hari pernikahan yang dimulai sejak pagi buta membuat Yuga hari itu tak leluasa melakukan ritual paginya. Hal itu tentu saja membuat moodnya jadi tidak stabil dan cenderung uring-uringan. Untungnya, hampir tidak ada yang menyadarinya. Dan yang paling untung adalah dia bisa mengucapkan ijab qobul pernikahannya dengan lancar. Dia juga tidak salah menyebut nama Tya menjadi nama orang lain. Disha, misalnya. Akan sangat parah kalau malapetaka itu terjadi. Bukan hanya dia bisa digoreng oleh mami dan neneknya, tapi reputasinya sebagai orang yang teliti dan detail akan tercoreng di depan para tamu undangan yang selain keluarga, ada juga partner kerja dan rekan bisnis. Selesai acara tadi, doa langsung buru-buru naik ke kamarnya tanpa menunggu Tya, istri barunya itu selesai berpamitan

