“Selamat siang Pak Robin." Robin hanya mengangguk singkat tanpa senyuman, duduk di salah satu bangku kayu favoritnya di sudut terjauh koridor rumah sakit, membiarkan saja perawat yang menyapanya tadi berlalu entah kemana. Diusapnya jam tua di pergelangan tangannya, disela helaan napas yang mengaburkan detak jantungnya yang menderu lalu mengangkat pandangan, menatap kejauhan—tepatnya ke arah taman tidak jauh dari kolam buatan yang ada di sana. Menghitung di dalam kepalanya sampai bibirnya menyunggingkan senyuman. Wanita itu baru saja duduk di sana, terlihat melanjutkan kegiatan merajutnya dalam diam setelah menghabiskan makan siang juga obatnya. Robin selalu datang ke rumah sakit di jam yang sama setiap harinya. Tidak peduli apa yang dia lakukan dan apa yang sedang terjadi dengannya, dia

