“Akhirnya aku bisa menghubungimu. Kamu ke mana aja, Ir?” Terdengar suara penuh kekhawatiran dari pengeras suara di ponsel Irza. Memang baru hari ini Irza mengaktifkan kembali ponselnya dengan nomer baru. Setiap kali Irza ganti nomor, orang pertama yang dihubunginya adalah Jinan. Karena hanya nomor ponsel Jinan yang bisa ia ingat di memori otaknya. “Handphone gue hilang. Kayaknya jatuh waktu aku lari-larian di bandara, Nan.” “Bandara? Memangnya kamu dari mana?” “Gue pulang kampung. Nyokap gue sakit keras.” “Kamu nggak ngasih kabar suamimu? Dia nyariin kamu. Nyari ke kantor sampai ke rumah.” “Serius? Nyari ke rumah siapa?” “Ke rumah aku, Ir.” Irza tertegun mendengar informasi yang baru saja ia dapatkan dari Jinan. Jerome mencarinya? Apa benar usaha yang dilakukan oleh Jerome sebesar

