Sebenarnya Sita sudah merindukan kehidupannya sebagai sekretaris seorang presiden direktur Orland's Group. Dia kangen lanyard coach dan high heels tujuh senti yang sudah satu bulan ini hanya menjadi pajangan di kamarnya. Dia sudah tidak sabar bertemu kembali dengan kehidupan kantoran yang normal. Datang ke kantor sambil membawa satu cup kopi Starbucks ukuran grande untuk mengawali paginya. Meski di pantry kantornya sudah tersedia kopi bubuk ukuran sachet dari berbagai merek, tapi Sita tetap lebih suka Starbucks. Awalnya Sita mengenakan setelan kantorannya saat hari-hari pertama. Ternyata Rigel tidak suka melihat Sita berdandan khas wanita kantoran. Semenjak menjadi personal assistant, Sita selalu mengenakan pakaian casual, flat shoes atau sneakers sebagai outfit hariannya. Sesuai dengan

