Rigel A-42

1453 Kata

Setelah kesepakatan itu Rigel dan Sita akhirnya tinggal sekamar. Pembatas yang selama ini menjadi pemisah tidak dirobohkan. Kamar Sita tidak diganggu karena Sita terkadang masih menggunakannya sebagai tempat kerja dan membaca buku maupun novel-novel favoritnya. Sedangkan barang-barang, peralatan make up dan benda yang khas wanita lainnya milik Sita diboyong ke kamar Rigel semua. Dengan begitu Rigel harus merelakan kamar mandinya dipenuhi barang-barang milik wanita. Namun Rigel sama sekali tidak merasa keberatan dengan segala perubahan yang ada dalam kamarnya. Nuansa kamarnya yang sempat kembali menjadi monokrom menunjukkan kesan maskulin saat Sita pindah kamar, kini berubah didominasi warna-warna pastel nan lembut seperti saat awal-awal Sita pindah ke rumah ini. Kini setiap pagi Rigel bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN