Sita memutuskan pulang ke rumah Rigel daripada harus membiarkan dirinya berada di satu ruangan yang luasnya hanya tiga kali empat meter penuh barang dan ranjang ukuran single bersama Rigel. Hal yang lebih memberatkan dari ciumann pasti akan terjadi kalau dia nekat melakukan itu. Mereka berdua sampai rumah sekitar pukul setengah tujuh malam. Rigel mengernyit saat Sita menyegerakan langkah menuju kamar di lantai tiga. “Kamu mau ke mana?” tanyanya. “Mau ke kamar,” jawab Sita tak acuh sambil melanjutkan langkahnya. Rigel mengikuti langkah Sita dan ikut masuk ke kamar masing-masing. Rigel mulai tidak tahan pada sikap tidak bersahabat yang terang-terangan ditunjukkan oleh Sita dari sejak mereka berada di rumah orang tua istrinya itu. Dia menggeser sliding door memasuki kamar Sita dan mendapat

