Tujuh belas

1369 Kata

“Tadi aja ngatain kamar gue, sekarang malah mau tidur di sana. Ngeselin!” gerutu Irza sambil melangkah menuju pintu apartemen. Dia memang tidak bisa menolak. Di kontrak sudah dijelaskan, bahwa pria yang saat ini sedang berada di dalam kamar itu bebas masuk ke area pribadi Irza tanpa ada penolakan. Salah satunya seperti sekarang ini.  Bola mata Irza nyaris melompat dari tempatnya saat melihat keberadaan Rigel di depan unit apartemen sambil menyeringai kekanakan, menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi.  “Mau ngapain?” tanya Irza dengan nada bicara sedikit berbisik.  “Dompet lo ketinggalan di mobil. Nih!” ujar Rigel menyodorkan dompet milik Irza.  Irza segera menerima dompet yang disodorkan oleh Rigel. “Udah ini aja?”  “Nggak pengen nyuruh gue masuk gitu?”  “Kapan-kapan aja deh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN