Sepuluh hari telah berlalu sejak pertemuannya dengan Rigel yang benar di luar dugaan. Laki-laki calon mantan suaminya itu tidak seperti biasa menghubunginya secara bertubi-tubi seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya. Awalnya Sita masih memaklumi reaksi Rigel yang pasti sudah mulai lelah menghadapi sikap dingin dan acuh tak acuhnya. Laki-laki mana sih yang tahan dicuekin oleh wanita apalagi itu modelannya seperti Rigel. Setidaknya hal seperti itu yang terlintas di benak Sita saat dia mulai mengharapkan Rigel mencarinya. Namun setelah dua minggu Rigel tidak menghubungi, Sita mulai merasa khawatir kalau Rigel sudah tidak mengharapkannya lagi. Meskipun Mama terus meyakinannya supaya mengalah dan menghubungi Rigel terlebih dahulu, nasihat itu tidak digubris oleh Sita. Dia tetap teguh p

