Rigel melihat ke sekeliling restoran. Setelah merasa yakin bahwa dia sudah berhasil mencuri perhatian semua orang yang masih bertahan di tempat ini, Rigel meraih tangan Sita lalu meminta untuk ikut berdiri di sampingnya. Sambil tetap menggenggam tangan Sita, Rigel mengutarakan hal yang ingin disampaikannya. Tentu saja hal ini belum sempat dirembuk berdua dengan Sita. Karena tujuan awal mereka ke sini semata untuk menghadiri acara ulang tahun Opa sekaligus memperkenalkan Rigel sebagai apa pada keluarga besar Sita. “Selamat sore semuanya… Saya tahu dari Sita bahwa ini adalah untuk kali pertama dia membawa laki-laki yang diakuinya sebagai kekasih di dalam acara kumpul keluarga besar seperti sekarang ini. Sebuah kebanggan tersendiri bagi saya. Opa, Oma, Pakde, Bude, Om dan Tante semuanya, j

