Rigel A-3

2365 Kata

Sita memandangi wajah Jerome dengan ekspresi kesal, kecewa, mau marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa saat atasannya itu berkata. “Rigel harus ditangani oleh orang yang tepat. and you is the person to do it.” Rasanya mau nangis. Sita bahkan tidak diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya. Ini terdengar seperti perintah dari pada sebuah pujian. Sita mengumpat dalam hati dengan menunjukkan ekspresi palsu. “Gimana kalau besok kamu ke Orland’s Studio untuk menemui Rigel? Kamu bisa mulai membicarakan soal aturan, jadwal dan kesepakatan lain dengan Rigel di sana. Nanti Pak Lendra dan legal Orland’s Group akan mendampingi kamu.” lanjut Jerome. Ucapan Jerome rasanya terdengar seperti guntur yang menggelegar di siang bolong. Sita kembali mengumpat dalam hatinya, pertanyaan ‘kenapa ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN