Kesempatan Kedua

1181 Kata

"Udah selesai belum, Sayang, ngerjain PR-nya?" "Belum, Mom, dikit lagi." Emily menghembuskan napas kasar sembari mengonta-ganti channel TV. Dia melirik Javier yang asyik mengerjakan tugasnya sendiri sembari menunggu kedatangan Keenan yang telat. Anaknya yang pintar, selalu berusaha melakukan semuanya sendirian tanpa bantuannya. Rajin sekali. Padahal dia tak terlalu pintar, masih kalah dengan Ashley. Mungkin kepintaran Javier menurun dari ayahnya. Saat Emily kembali sibuk melihat berita dan Javier sibuk mengerjakan tugas sekolah, pintu rumah tiba-tiba terbuka. Sang pemilik rumah berjalan santai dengan wajah lelahnya. Tas dan jas bertengger di lengannya. Hingga langkahnya berhenti di ruang tengah, di mana Emily dan Javier berada. "Daddy pulang. Wah, anak Daddy rajin sekali." "Daddy!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN