Kenyataan

1038 Kata

Jam kerja sudah usai, dan kini Harras dan Amira duduk saling berhadapan. Lalu dengan perasaan canggung Amira berdehem. "Soal panggilan, aku minta maaf. Kamu boleh minta aku panggil apa pun, aku turuti." Harras mengangguk "Baik, soal rumah, aku juga gak akan ikut campur, terserah kamu. Tapi, andai suatu saat kamu kesulitan, kamu bisa bilang sama aku, apapun itu." Amira mengangguk, ternyata berunding dengan kepala dingin lebih mudah. "Aku juga ingin kita lebih terbuka, tidak ada rahasia." Harras menatap Amira dengan sorot mata serius.. "Aku harap kamu juga mengatakan kenapa kamu bertemu Frans kemarin?" Amira menunduk lalu menghela nafasnya. "Aku yakin kamu gak akan seneng dengar ini." Harras diam dan menunggu ucapan Amira selanjutnya "Ma- Frans mengancamku." Amira meralat ucapannya, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN