"Lo salah dengar kali," ucapku sambil beranjak menjauhi Alex. Jantungku berdebar tak karuan, gawat kalau sampai Alex tahu tentang hubunganku dan Revano. "Salah dengar gimana, gue di balik pintu terus semenjak si Bos nahan lo," sahutnya masih berusaha mengikuti langkahku. Aku menahan napas sebelum menanggapi ucapannya. "Emangnya salah kalau gue manggil si Bos pakai sebutan mas. Lagian dia nggak tua-tua banget buat dipanggil kayak gitu." Aku membela diri. "Jadi lo mau nyaingi Marsha?" Mata Alex membesar. "Nyaingin apanya?" Aku pura-pura tidak tahu arah pembicaraan Alex. "Bilang aja lo juga naksir sama si Bos, kan?" tebaknya. Aku nyengir untuk menutupi kecanggunganku. "Gue nggak nyangka lo pakai cara belakang," lanjutnya. Aku mengernyit, semakin lama aku tidak mengerti arah Alex.

