Adam memposisikan pria itu seolah sedang tidur menghadap tembok. Dilengkapinya dengan sleeping bag menutupi badan pria itu sekaligus menyembunyikan ikatannya. Setelah itu Adam memeriksa kondisi Andri dan Ryan. “Kita harus lumpuhkan orang kedua dulu,” putus Adam. Ia menoleh mencari tempat yang lebih aman. “Dia sedang pergi?” tanya Amy kepada Ryan. “Tidak lama lagi kembali. Gantian jaga,” jawab Ryan lemah. Andri sudah memejamkan mata di bahu Ryan. “Kami tahu kalian sudah sangat lelah. Tolong kuatlah dulu. Terlalu riskan membawa kalian turun kalau masih ada orang kedua itu,” bisik Adam. Ryan mengangguk pelan. Tubuhnya menggigil. Amy meraih tangan Ryan yang sedingin es, digenggamnya erat. “Kuatkan, ya, Mas,” bisik Amy, “nanti di bawah, Amy akan traktir kalian makan apapun yang ka

