Beberapa bulan kemudian, waktu begitu cepat berlalu. Usia kehamilan Nana sudah menginjak tujuh bulan, sedangkan Alina tinggal menunggu detik-detik kelahiran. Nana dan Malik sedang mengadakan baby shower, mengundang kerabat terdekat dan juga para sahabat-sahabat Malik. Acara tersebut diadakan di rumah, di halaman belakang tepatnya. Acara yang sederhana namun cukup meriah. Nana mendapatkan banyak kado, ucapan selamat serta doa dari banyak orang. "Akhirnya... Pak sultan ngadain pesta juga." Ujar Bayu sambil merangkul pundak Malik. "Apaan sih Lo!" Malik menatap Bayu dengan tatapan tak suka, dari dulu Malik tak suka dipanggil sultan karena ia anak konglomerat, apalagi perasaannya semakin hari semakin sensitif, Bayu jadi semakin suka sekali menggoda sahabatnya itu. "Gimana kehamilan istri

