Zachery menemui Pak Abraham di tenda guru. “Bisa saya bicara sebentar, Pak?” Tanya Zachery dengan sopan. Pak Abraham mengangguk ringan. “Duduklah. Apa yang ingin kamu bicarakan?” Tanya Pak Abraham dengan tenang. Dia menuangkan teh untuk Zachery. Pak Abraham tahu pemuda itu sedang gelisah. “Saya, ingin meminta izin untuk tidak mengikuti kegiatan perkemahan untuk Saya, Rachel, Senja dan Nadia, Pak. Saya yakin mereka tidak bisa melanjutkan kegiatan perkemahan ini dengan baik. Keadaan mental mereka terlalu tertekan. Akan lebih baik jika mereka beristirahat di rumah.” Ucap Zachery to the point. Karena dia ingin segera pergi meninggalkan tempat perkemahan itu. Dia sendiri merasa teramat sangat tertekan. Pak Abraham diam. Dia memandang Zachery de
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


