"Papu ...." Ara mengambil sebuah bola plastik kecil warna kuning seraya mengucap kata papu. Maksudnya adalah angka satu. Akhir-akhir ini dia sudah mulai bisa berhitung, meski belum jelas juga pengucapannya. "Satu." Kinan meniru ucapan Ara dalam versi yang jelas. Tujuannya agar Ara makin bersemangat. "Bua." "Dua." Ibu adalah orang pertama yang mengerti ucapan sang anak. Ya, memang benar sekali. "Tida." Sudah ada tiga bola plastik berlainan warna berjejer di depan Ara. "Tiga." tiru Kinan. "Pepa." Ara melirik sang ibu sambil tersenyum. Kemudian beringsut bangun untuk mengambil bola yang letaknya tak dapat dijangkau dengan tangan. "Empat." Kinan masih meniru, sabar menunggu Ara yang mengambil bola. Ara menunjukkan bola biru itu pada sang bunda. "Mima." "Lima." Kinan rentangkan telapak

