Aneska terkejut saat melihat siapa orang yang menyapa. Salah tingkah dan berusaha menyembunyikan wajah agar tidak diketahui, tanpa sadar bahwa semua itu percuma. Orang tersebut bahkan sudah mengenalinya. "Kalian datang bersama? Kok bisa?" Pertanyaan itu semakin membuat Aneska kalang kabut. Benar-benar seperti pencuri yang tertangkap basah. Sementara Shaka tampak biasa saja. "Kamu ada di sini juga, Ra." "Iya. Aku nemenin ayah karena ibu gak bisa datang," jawab Wira. "Sekarang Om Zayn-nya ke mana?" "Lagi ngobrol sama Om Rudi di sana," jawab Wira sembari menunjuk dengan dagu ke arah di mana sang ayah berada. Sekilas menoleh pada Aneska yang tampak sedang menundukkan kepala. Wira hanya tersenyum samar saat melihat tangan Aneska meremas kuas jemari Shaka yang menandakan bahwa wanita itu

