52. Mengakui

1102 Kata

Aneska duduk sambil memilin ujung kerudung yang ia kenakan. Gugup tak terkira. Kepala menunduk, tidak berani menatap orang yang ada di hadapannya. Entah harus bicara apa sekarang. Meski sudah menguntai kata untuk disampaikan, tetap saja ketika berhadapan langsung semua itu seakan hilang entah ke mana. "Kamu ini mau bicara apa sih, Ne? Kayaknya serius banget sampai kita dikumpulin kayak gini," ujar Mita. Aneska mengangkat kepala, menatap ketiga teman yang duduk di depannya. Tetapi kemudian kembali menunduk dalam. Sementara Mita, Annisa dan Dania, saling menatap satu sama lain. Mereka penasaran sekaligus gemas karena satu teman mereka yang konon mau bicara hingga mereka berkumpul seperti sekarang, justru kini malah diam saja. "Aku ... em ... itu." Aneska ragu hingga bicara puj terputus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN