Saat tiba di rumah, Aneska masuk ke kamar yang dulu ditempati oleh suami. Sengaja bersembunyi di sana, ingin tahu apakah suaminya mencari atau tidak. Tetapi setelah menunggu cukup lama, pria itu tak kunjung menghampiri. Mungkin karena ada tamu. Ia akhirnya keluar dari kamar, berniat melihat siapa yang datang hingga membuat suami lupa waktu. Namun, aroma khas yang berasal dari makanan kesukaan, membuat niat untuk memeriksa kedepan rumah, urung. Langkah kakinya pun berubah arah, tujuannya saat ini adalah meja makan. Tetapi, ketika melewati kamar tamu, ia mengernyit saat mendengar suara suami. "Mas Damar lagi bicara sama siapa ya di kamar? Kok pakai acara sayang-sayangan segala? Apa dia ngomong ditelepon? Tapi sama siapa?" Hal yang wajar jika ia curiga. Mengendap-endap, Aneska mendekati

