Derap langkah kecil kaki mungil terdengar. "Tasya mau ke mana, Sayang?" tanya Dania. "Tasya mau lihat matahari. Kata Om Shaka, kalau ada matahari, Tasya boleh foto." Ingatan anak itu begitu kuat kemudian berlari ke luar rumah. "Tasya! Anak itu menoleh saat mendengar suara orang memanggil. "Om Shaka!" Berlari kecil menghampiri sang om yang baru saja tiba. "Om. Mataharinya udah ada. Tasya udah boleh foto kan?" Shaka terkekeh. "Boleh, Sayang." Ia datang ke sana pun untuk menghadiri syukuran pernikahan sang sahabat. "Lihat, Om. Rumah Tasya jadi bagus," celoteh anak perempuan itu lagi. Shaka lagi-lagi terkekeh. Sudah membayangkan jika anaknya lahir nanti, pasti akan lebih lucu dan lebih menggemaskan. "Tasya!" panggil Dania dengan suara syarat rasa cemas. Membuang napas lega kemudian. "

