"Mbak istrinya Dokter Damar, ya?" tanya Viona. "Iya," angguk Dania. "Kenalkan, saya Viona. Saya kenal juga dengan Dokter Damar dari sejak sebelum jadi dokter. Bisa dibilang saya ini teman lama Damar." Viona mengulurkan tangan untuk berjabat. "Oh iya. Saya Dania." Ibu empat orang anak yang kini sedang hamil itu menjabat tangan Viona. "Saya—" "Bang Dion, Sayang, ayo ajak adik-adik ke sana. Kita tunggu papa sama oma aja, yuk!'' potong Dania, mengajak putra sulungnya yang kini sudah berusia remaja. Sengaja menghindari Viona, khawatir wanita itu bertanya ini itu dan ia salah menjawab. "Iya, Mama," angguk Dion, "Ayo, Taya. kita ke oma." Lalu menuntun salah satu adiknya. "Maaf, ya, Mbak. Saya tinggal dulu," pamit pada Viona. Dania berlalu begitu saja sambil menuntun dua anaknya tanpa menun

