"Mas lagi apa?" tanya Aneska yang sejak tadi melihat suaminya sibuk sendiri. ''Lagi cari referensi dokter kandungan. Kamu 'kan gak mungkin meriksain diri kamu sendiri," jawab Shaka. Aneska mengerenyit. ''Di rumah sakit juga ada dokter kandungan selain aku." "Siapa? Si cowok yang kemarin kamu lihatin itu? Enggak. Mas gak mau kamu pakai dia," tolak Shaka. "Ih! Heran sama mas dan konco-konco. Selalu pilih-pilih dokter dan suster. Gal boleh pakai petugas medis laki-laki," sindir Aneska. "Kalau ada dokter perempuan untuk istri, kenapa harus pakai dokter laki-laki?" "Iya, tapi kalian itu kelewatan. Sekalipun urgent bener-bener gak ada toleransi. kalau keadaan tidak genting okelah kalian bebas pilih-pilih. Tapi nyatanya dalam keadaan genting pun kalian tetap aja pilih-pilih." "Bukan mas. I

