-Kaira- "Sore, Kaira," sapa Rayi, besoknya sepulang lelaki itu dari kerja di luar. Kaira mengangguk dari balik meja resepsionisnya. "Selamat sore, Pak Rayi," balasnya sopan. "Tara mana?" "Sudah pulang, Pak. Saya belakangan, sampai jam 7 hari ini." "Oh, oke." Rayi mengangguk. Pria itu baru akan melangkah lagi, namun mengurungkan diri dan kembali menatapnya. "Kamu ...." "Ya Pak?" "Ng, begini. Kalau kamu pulang jam 7, nanti mau bareng ke asrama? Naik mobil saya. Daripada naik ojek atau jalan kaki. Bus juga kayaknya sudah nggak jalan." "Eh? Apa ... nggak merepotkan Pak?" "Nggak dong, kan kita searah." "Iya juga ya Pak." Kaira refleks mengusap leher sebelah kanannya. Sepertinya tidak ada yang salah dengan tawaran itu. Jadi dia mengangguk. "Mau deh Pak." "Oke." Rayi tersenyum. "Saya

