-Kaira- Kaira bisa merasakan dengan jelas perubahan sikap Rayi padanya. Mereka sebelum ini sangat dekat, setiap hari selalu mengobrol dan menghabiskan waktu bersama tanpa disengaja maupun disengaja. Tapi akhir-akhir ini Rayi berubah. Tidak mau lagi tersenyum dan selalu dingin terhadap nya. Setidaknya pria itu tidak marah-marah lagi seperti dulu saat Kaira baru masuk, tapi tetap saja Kaira merasa terganggu. Bahkan bukan hanya dia yang menyadari. Tara si rekan kerja pun menyadari. “Kamu lagi berantem sama Pak Rayi?” tanya Tara siang itu. “Berantem apa sih Kak? Nggak lho. Aku sih ngerasa biasa aja sama dia.” Kaira jelas berdusta. “Mana ada biasa? Jelas beda lah. Biasanya kalian kayak orang pacaran, tiba-tiba kalian nggak pernah ngobrol lagi. Biasa makan bareng, tapi ini pas papasan bahka

