Dian adalah sahabatku serta keluargaku Aku menyayanginya selayaknya seorang adik, mungkin karena aku anak tunggal. Aku pun sudah tidak memiliki orangtua, karena itu Dian dan keluarganya sudah menjadi bagian hidupku. Namun... entah sejak kapan, aku melihat Dian bukan sebagai adikku. Ia adalah seorang gadis cantik, yang memiliki mata yang indah serta sifat keras kepalanya. Aku mencintainya. Ia adalah cinta pertamaku dan mungkin akan menjadi cinta terakhirku. "Hey calon dokter!" sapa Kak Gian, Kakak Dian begitu aku masuk ke dalam rumah. "Dian mana Kak?" "Dian kan lagi PPL, dia pulang sore!" Aku mendesah kecewa, padahal hari ini aku libur koas dan ingin mengajak Dian makan, namun sayang sahabatku sedang PPL. "Makin ganteng aja sih kamu Yon!" Aku hanya tersenyum, Kak Gian memang sen

