Bab 12

1056 Kata

Raka tersenyum bahagia, ia maju beberapa langkah untuk memeluk Kayra. "Eits!" Kayra mencegah Raka. "Kenapa? Kamu nggak mau peluk Papa?" "Nggak semudah itu, Pa, Papa harus dengar persyaratan dari Kayra kalau memang Papa beneran nggak ada apa-apa sama perempuan itu. Dan kalau sampai Papa ketahuan melanggar, Kayra nggak akan pernah maafin Papa lagi,"kata Kayra. Raka kembali duduk,"oke, terus apa syaratnya?" "Papa harus lebih sering di rumah!"kata Kayra. "Tapi, Papa kan banyak kerjaan, Sayang..." "Berapa penghasilan Papa sehari?" "Apa maksud kamu, Kayra?" "Aku akan membayar penghasilan Papa di kantor sehari, asalkan Papa mau di rumah. Aku punya tabungan, Pa, setidaknya bisa membeli waktu Papa seminggu di rumah." Air mata Raka mengalir mendengarkan ucapan Kayra. Sebegitu penting kehad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN