Bab 22

1002 Kata

Kayra masuk ke dalam rumahnya dengan wajah tak bersemangat. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. Seiring rumah menoleh ke arah anak sulung kelurga ini dengan heran. Raka terkekeh, kemudian menyerahkan Rayyan, balita berusia empat tahun itu pada istrinya. Kemudian ia menghampiri Kayra. "Anak Papa kenapa?" Raka duduk di sebelah Kayra dan memeluk pundak anak gadisnya tersebut. Kayra menggeleng saja, tidak bersemangat untuk menanggapi ucapan Papanya. Pesannya tak kunjung berbalas oleh Rizky, padahal mungkin saja laki-laki itu sudah lama berada di kota ini. Melihat ekspresi anak sulungnya, Raka tersenyum, ia paham kalau anaknya sedang dalam masalah. Kemudian ia mengalihkan topik."Gimana kerjaannya tadi?" "Biasa-biasa aja, Pa, sama kayak kemarin." Raka mengusap rambut Kayra,"Iya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN