Bab 24

1022 Kata

"Astaga, kamu nggak tahu paniknya aku gimana, Sayang." Nanda mencubit pipi Keke dengan gemas. "Ya udah yuk masuk!" Keke memeluk lengan Nanda dan mengajaknya masuk. Nanda melihat rumah kecil Keke yang berdampingan dengan toko, Nanda sendiri belum tahu usaha apa yang sekarang sedang dijalankan Keke sampai wanita itu harus pindah dan menyembunyikan semua darinya. "Aku bikin minum dulu ya,"kata Keke. Nanda menarik pinggang Keke, merapatkan tubuh mereka. Nanda mencium lekukan leher kekasihnya itu. Rasa rindu dan cinta yang begitu dalam, Nanda ingin segera memiliki wanita itu."Aku kangen, sayang." Keke membalikkan badannya."Apa kamu akan pergi lagi ke sana?" "Nggak." "Yakin?" Nanda mengangguk, ia sudah menyelesaikan semua urusan di sana. Semua target sudah tercapai dan sekarang saatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN