Beth mengacungkan senapan dan siap menarik pelatuknya kapan saja. Genta dan Pedro dilliputi ketakutan yang luar biasa mencekam jiwa mereka. jika menghadapi iblis bisa mereka tangkis dan usir melalui doa, tapi berhadapan dengan manusia yang pikiran juga tindakan tidak bisa ditebak, jauh lebih sulit! “Beth, please,” pinta Pedro dengan wajah penuh harap. Beth mulai terisak dan dengan tubuh lemas, akhirnya wanita itu membuang senapan ke tanah. Ia menjatuhkan diri serta menangis sejadi-jadinya. Kedua pria itu menghela napas lega dan ikut duduk dengan lunglai. Obor yang mereka bawa telah mati. Pedro meraih dan mulai menyalakan kembali. setelah membiarkan Beth puas meratapi semuanya, Pedro mulai bertanya akan apa yang terjadi sebenarnya. Melalui pilihan kalimat yang kacau dan terbata-bata, B

