Panggilan Kekasih

1152 Kata

Persiapan kian gencar dilaksanakan. Jam bergeser menuju pukul dua siang dan mereka baru saja selesai bersantap. Trining sudah mengatakan mengenai penampakan Cokro kepada semuanya dan meninggalkan syok yang membuat wajah Genta pucat. “Tidak ada yang menyangka jika ini tersimpan dari kita sekian lama.” Pram meneguk air putih untuk menyibukkan diri dan menghilangkan rasa tercekat pada lehernya. Anggar menatap Trining seperti ingin mencari kebenaran dari ekspresi wajahnya. Namun tidak ada kebohongan di sana. Yang ada hanyalah wajah tirus yang kian terlihat tertekan dengan aib yang seperti terkuak lapis demi lapis. Janur yang tahu bahwa ini salah satu cobaan yang harus mereka hadapi, mengatakan semua untuk bersabar dan jangan goyah. “Mungkin kedua iblis itu akan menggunakan kelemahan kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN