Petaka Badai 2

1397 Kata

“Aku akan naik ke atas!” Genta bangkit dari tempat tidur. Pedro tidak memiliki bantahan karena suara itu sudah lima menit berselang masih menggedor pintu mereka. Dengan langkah kaki cepat, Genta menaiki anak tangga ruang bawah tanah menuju ke atas. Tak lama, ia sudah berdiri di depan pintu yang saat ini sedang digedor. Setelah mengucapkan bismillah, Genta membukanya. Seorang gadis remaja menyeruak masuk dengan tangisan tergugu. Genta menutup pintu buru-buru sekuatnya, karena angin menekan dengan keras. Setelah berjuang dibantu Pedro, pintu itu kembali terkunci. “Come here! Warm yourself!”* *(Kemari! Hangatkan dirimu!) Pedro menyelimuti tubuh gadis remaja itu dengan selimut yang ada di kamarnya. Genta meraba-raba meja tengah dan berhasil menemukan lilin. Dengan pemantik di dapur, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN